Selasa, 01 Juni 2010

SHOLAT ITU NIKMAT

Bismillahirrahmanirrahim

Sesungguhnya mengerjakan sembahyang lima waktu itu ringan, lebih lagi kalau sudah lama dibiasakan dan nikmat. Tentang hikmah dan faedah sholat sangat panjang, dapat dijadikan satu buku sendiri. Tetapi yang ingin dijelaskan di sini ialah mengerjakan sholat dengan ringan. Jadikanlah kebiasan yang tetap sehari-hari:

  • Bangun tidur Sholat Subuh.
  • Istirahat dan bekerja siang Sholat Dzuhur.
  • Istirahat atau bekerja atau olahraga sore Sholat Ashar.
  • Menghadapi waktu malam Sholat Maghrib.
  • Sholat untuk istirahat malam atau akan belajar malam, Sholat Isya’.

Semua itu supaya dikerjakan rutin, biasa tanpa rencana-rencana seakan-akan pekerjaan besar. Perhatikanlah bahwa sebenarnya pekerjaan kita setipa hari itu kalau dianggap sebagai pekerjaan baru tentu terasa berat, lebih-lebih kalau disebutkan semua gerak-geriknya, misalnya:

  • Bangun membuka mata.
  • Duduk terus berdiri.
  • Melipat selimut.
  • Membersihkan tempat tidur.
  • Buang air besar atau kecil.
  • Bersuci atau Istinja’
  • Mencuci muka dan lain-lain.

Kalau itu semua dikerjakan tidak karena biasa, menjadi seperti pekerjaan besar dan berat, padahal setiap orang mengerjakannya tanpa dipikirkan lebih dahulu, tanpa diingat-ingat, dan tidak dirasakannya beratnya. Kalau itu semua dianggap pekerjaan, bukan kebiasaan tentu saja berat dan mungkin seakan-akan makan otak atau tenaga. Padahal semuanya itu sama sekali tidak memakan otak atau tenaga. Maka dari itu biasakanlah sholat lima waktu dengan sebaik-baiknya dan tertib. Insya Allah akan dirasakan dengan sangat ringan dan nikmat.

Jangan Sampai Tertinggal Atau Meninggalkan

Sesudah menjalankan sholat lima waktu dengan tertib, tidah usah mencoba meninggalkan salah satu sholat lima waktu itu. Tidak usah mencoba dan jangan sampai meninggalkan satupun. Yang belum terbiasa, masih perlu setiap waktu untuk mengingat waktunya dan selalu bertanya kepada dirinya sendiri. “Saya tadi sudah sholat atau belum?” begitu setiap waktu dan boleh juga saling mengingatkan antara kawan sekamar atau serumah. Kalau kamu sudah sholat kemudian ada kawan menanyakan atau mengajak atau mengatakan bahwa kamu belum sholat, tidak usah marah karena itu hanya mengingatkan. Kalau kamu memang lupa dan kemudian diingatkan, maka berterima kasihlah kepada yang telah mengingatkan kamu dan langsung mengerjakan apa yang dikatakan olehnya. Karena masih beruntung ada yang mengingatkan. Kalau ada yang tertinggal atau terpaksa tidak bisa mengerjakan harus berhati-hati, jangan sampai terulang dan jangan sampai merusakkan kebiasaan yang sedang kamu bina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar