Bersuci dan berpakaian, memilih tempat, itu semua bisa menjadi hal yang biasa dengan mudah. Sekarang isi dalam wudhu, misalnya isilah niat dengan doa dan hati mohon bersih anggota tubuh kita dari segala dosa. Setelah itu sholat, isilah sholatmu dengan nyawa, artinya di dalam sholat itu harus betul-betul berkonsentrasi menghadap (tawajjuh) kepada Allah. Jadi di dalam sholat itu, kita betul-betul menghadap, melapor, mengadu, berdoa, meminta ampun, barokah, sehat, rizki, bahagia, sejahtera dan lain sebagainya. Ini semua sudah trcakup dalam bacaannya. Kalau sekiranya kamu belum mengerti betul arti bacaan tesebut, maka yakinlah bahwa Allah sudah mengerti bacaan itu. Sebisa mungkin seluruh waktu dalam sholat itu penuh dengan isi. Paling tidak ketika Takbiratul Ihram itu saja supaya merasa bahwa kita di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu ketika melafadzkan Allahu Akbar, Allah Maha Besar, perasan selain Allah harus kita tinggalkan karena selain Allah adalah Ashgor. Kalau mungkin biarlah sebagian saja dulu dan seterusnya dilatih memenuhi isi itu sedikit demi sedikit sampai penuh. Paling tidak kita merasa berada di hadapan Allah, sehingga akan terasa nikmatnya sholat. Sesudah sholat beban akan menjadi ringan, jiwa menjadi bebas, dan terasa benar nikmat sholat. Bagi yang sudah merasakan nikmatnya sholat, sholat
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman,
maka dirikanlah sholatmu itu sebagaimana biasa. Sesungguhnya sholat itu
adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang iman”.
(An-Nisaa’ 103)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar