Selasa, 01 Juni 2010

HUBUNGAN MANUSIA

12. Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.

13. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

14. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Salah satu keharusan muslim adalah menjalin dua hubungan, yaitu hablun minallah (hubungan yang baik kepada Allah) dan hablum minannas (hubungan yang baik dengan manusia). Allah swt, berfirman,


36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (an-Nisaa’:36 )

[294] dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan yang bukan muslim.

[295] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'shiat yang kehabisan bekal. termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.

1. HUBUNGAN KEPADA ALLAH SWT.

Di dalam ayat diatas, manusia harus menjalin hubungan yang baik kepada Allah swt. Dengan menyembah dan menunjukkan pengabdian kepada-Nya tanpa syirik, baik yang besar maupun yang kecil. Dalam satu hadits, Rasulullah saw, bersabda ; ” sesungguhnya sesuatu yang aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik yang kecil.” sahabat bertanya, ” apakah syirik yang kecil itu ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, ” Riya ” (HR Ahmad)

  1. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (adz-Dzariyat : 56 )


2. HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA.


30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Manusia antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sudah seharusnya manusia bisa menjalin hubungan yang sebaik-baiknya, contoh-contoh kepada siapa saja manusia harus menjalin hubungan yang sebaik-baiknya disebutkan dalam ayat diatas. ;

a. Berlaku baik kepada kedua orang tua, hal ini karena orang tua telah melahirkan, membesarkan dan mendidik dengan pengorbanan harta dan jiwa sehingga seorang anak tumbuh dan besar dengan baik. Oleh karena itu, setiap anak harus mampu menunjukkan kebaikan dengan sebaik-baiknya kepada orang tuanya, ini karena sebaik apa pun perbuatannya kepada orang tua, tetap saja hal itu tidak akan mampu membalas jasa dan kebaikan orang tua.

b. Berlaku baik kepada kerabat. Karena itu silaturrahim harus di sambung dan dikuatkan. Bila seorang muslim memutuskan hubungan tali silaturrahim, bisa terhalang apabila masuk kedalam surga.

c. Berlaku baik kepada anak yatim. Setiap anak pasti membutuhkan perhatian, pendidikan dan nafkah dari orang tuanya. Namun, bila orang tuanya telah wafat yang menyebabkan si anak menjadi yatim, maka kaum muslimin dituntut menggantikan apa yang harus dilakukan orang tua terhadap anaknya.

d. Berlaku baik kepada orang miskin. Menjadi miskin merupakan keadaan yang tidak disukai oleh manusia. Oleh karena itu, kemiskinan harus diatasi meskipun pada masyarakat kita semakin banyak orang yang menjadi miskin.

e. Berlaku baik kepada tetangga, karena dia sangat kita butuhkan.

f. Berlaku baik kepada teman sejawat. Seorang muslim harus bersahabat dengan persahabatn yang sebaik-baiknya, persahabatan yang bisa berbagi dan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan.

g. Berlaku baik kepada musafir. Ketika melakukan safar (perjalanan) bisa jadi seseorang merasakan kesulitan meskipun tidak selalu berupa kesulitan ekonomi.

h. Berlaku baik kepada Hamba sahaya. Hamba sahaya atau budak seharusnya diperlakukan dengan baik, karena dia banyak membantu majikannya.

3. JANGAN SOMBONG.

Dalam rangkaian penyebutan kepada siapa saja manusia harus berbuat baik, Allah swt, menutup ayat di atas dengan kalimat, ”Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang sombong dan membanggakan diri.” kesan yang bisa kita tangkap dari kalimat ini adalah manusia jangan sombong kepada orang tuanya, meskipun dia lebih pintar dan kaya. Dia juga tidak boleh sombong dengan kerabatnya, meskipun mereka orang yang lemah, miskin, dan bodoh. Jangan sombong kepada anak yatim karena ada saat dimana kita mungkin juga akan menjadi yatim. Jangan sombong kepada orang miskin karena ada saat dimana kita pun bisa menjadi miskin dengan tiba-tiba. Jangan sombong kepada tetangga karena merekalah orang yang pertama memberikan pertolongan atau kita minta pertolongan saat kita kesulitan. Jangan sombong kepada teman karena kita sangat membutuhkannya. Jangan sombong kepada musafir karena ada saat diman kita pun menjadi musafir dan jangan sombong kepada pembantu rumah tangga karena mereka besar bantuannya kepada kita meskipun tidak besar upah yang kita berikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar